Jumat, 17 Januari 2014

Serba-Serbi Kutek atau Cat Kuku




Alohaaa!^^

Seneng bisa nge posting lagi, kali ini kita mau ngebahas soal kutek. Girls, pasti tau kan kalo sekarang lagi trend banget nail art yang unyu-unyu? Yup, kutek emang punya pesona ya kalo diaplikasikan di kuku kita. Tapi, ada hal yang perlu kita ketahui tentang kutek loh ;;)



Girls kayanya mulai sekarang perlu hati-hati saat membeli kutek deh :D
Penelitian terbaru menunjukkan adanya bahan kimia yang disebut phthalates yang ditemukan dalam produk perawatan kuku ini yang dapat meningkatkan risiko diabetes.



Temuan yang dipublikasikan dalam journal Environmental Health Perspectives ini menunjukkan bahwa phthalates dapat mengganggu metabolisme jaringan lemak, sehingga menyebabkan terjadinya resistensi insulin pada wanita sehat.

Setelah meneliti terhadap 2.350 sampel urin wanita berusia 20-80 tahun, peneliti menemukan dua bahan kimia dengan tingkat tinggi, yaitu mono-benzil phthalate dan mono-isobutil ftalat. Kedua bahan kimia ini menaikkan risiko diabetes hingga dua kali.

"Ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengeksplorasi hubungan antara phthalates dan diabetes. Kita tahu kalau phthalates selain ada di produk perawatan pribadi, juga ada di beberapa jenis peralatan medis dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati diabetes," jelas Tamarra James-Todd dari Brigham and Women's Hospital's Division of Women's Health dilansir melalui Livescience.

Selain kuteks, phthalates juga banyak ditemukan dalam berbagai produk perawatan wanita lainnya seperti hairspray, sabun bahkan shampoo.

Perlu diketahui bahwa cat kuku mengandung bahan kimia layaknya sebuah cat dan tentu saja menjadi semacam racun yang didistribusikan ke dalam tubuh melalui pori-pori kuku. Kuku mempunyai pori-pori yang dapat meresapkan cat kuku kedalam jaringan kuku. Hal ini bisa mengancam kesehatan sel-sel epidermis yang ada pada kuku. Tidak salah bila dalam beberapa kasus dan laporan pengguna cat kuku atau kutek, merasakan kuku menjadi panas, kusam dan keriput. Anda tidak ingin kan, kuku yang awalnya bening indah alami menjadi kusam dan keriput hanya karena ingin tampil cantik dengan memakai kutek. Noda kekuningan yang Anda lihat pada kuku umumnya berasal dari noda cat kuku yang menumpuk di pori-pori kuku. Selain pigmen yang memberikan warna, cat kuku berisi nitroselulosa, pengencer atau etil asetat dan resin. Ada pula cat kuku yang menambahkan bahan kimia lain seperti stabilizer agar warna tidak cepat pudar. Bahan-bahan kimia tersebut dapat meracuni tubuh dan menjadikan kuku tidak sehat. Belum lagi masalah aroma cat kuku yang mengganggu pernafasan sekitar. 

Cat kuku yang biasa disebut kuteks kini banyak sekali merknya. Ada yang menawarkan keunggulan warnanya, ada juga yang menawarkan awet dan tahan lamanya. Dari yang harganya sangat mahal, hingga yang harganya sangat murah. Lalu bagaimana memilih yang tepat dan tidak berbahaya? Nah ini dia tipsnya :
  1. Perhatikan masa kadaluarsanya. Kutek yang sudah kadaluarsa bisa menimbulkan iritasi, gatal kemerahan hingga infeksi. Efek jangka panjangnya adalah kanker.
  2. Kandungan kimia yang ada dalam kuteks harus diperhatikan. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak berbau. Cat kuku yang memiliki bau menyengat biasanya berbahaya. Bau ini bisa menyebabkan pusing bahkan sakit kepala. Bahan kimia yang paling berbahaya adalah Dibutyl Phthalate.
  3. Pilih yang harganya masuk akal. Jangan pilih yang terlalu murah, karena biasanya bahan dan kandungannya tidak bisa dipertanggung jawabkan, selain itu juga warnanya cenderung tidak terlalu bagus saat diaplikasikan.
Berikut ini adalah beberapa zat kimia berbahaya yang mungkin terkandung di dalam kuteks:

-      Etil Asetat
Bahan yang satu ini berfungsi untuk mengeraskan cat kuku. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, Anda dapat terkena gangguan saraf dan organ.

-      Butil Asetat
Zat ini berfungsi sebagai pelarut dalam kuku. Zat ini berbahaya karena dapat menyebabkan iritasi mata, kulit dan paru-paru.

-      Dibutyl Phthalate
Zat ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat seksual dan gangguan perkembangan janin. Jadi, bagi ibu hamil hindari pemakaian cat kuku yang mungkin mengandung zat yang satu ini.

-      Flatat Anhidrit
Zat kimia satu ini tidak kalah berbahaya karena dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia dan sistem pernapasan.

Tips: Jangan tutupi kuku kamu setiap hari dengan cat kuku. Biarkan kuku kamu juga bernafas, paling tidak dua hingga tiga hari dalam seminggu.

Selain kutek, pasti kita mengenal pembersih kutek yang mengandung Aseton. Bahan yang terkandung dalam pembersih kutek ini ternyata kurang baik juga loh :D

Pembersih kuku yang mengandung aseton juga mempunyai bau yang kuat dan mudah menguap. Harganya juga biasanya lebih murah. Permasalahannya, pembersih cat kuku yang mengandung aseton juga seringkali dapat menyebabkan kuku kering, dan penggunaan dalam dosis besar dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.
Sebaliknya, pembersih kuku bebas aseton biasanya lebih lembut terhadap kuku. Sedikit lebih sulit menghilangkan cat kuku (karena kandungannya tidak sekeras aseton), dan sedikit lebih mahal. Kelebihan lainnya? Kalau mementingkan isu kesehatan, choose the non-acetone one. Tapi, pilih yang kandungannya alami dan tidak berbahaya. Kalau menggunakan cat kuku akrilik yang keras, atau cat kuku berglitter, atau menggunakan rem perekat kuku, sebaiknya pilih yang mengandung aseton . Tapi kalau cat kuku anda cat kuku alami dan tidak keras, Pembersih non-aseton lah jawabannya.
Ada juga cara sederhana yang bisa temen-temen lakuin di rumah untuk ngebersihin cat kuku, dan terdiri dari bahan-bahan yang alami.
Berikut ini adalah tips membersihkan kutek secara aman dan alami seperti yang dikutip dari :
1. Menggunakan air panas, caranya dengan merendam jari dalam semangkuk air panas. Pakailah air yang cukup panas namun tidak menyakitkan untuk jari kita, celupkan kuku selama 15 menit. Saat kutek mulai lembek dan luntur, gosok kuku dengan handuk kering lalu garuk-garuk sisa kutek sampai hilang.

2. Menggunakan deodoran, body spray, dan hair spray. Caranya dengan menyemprotkan tiga cairan itu ke kapas lalu gosokkan pada kuku. Bila kutek sudah berhasil dihapus, pijat kuku dengan body lotion dan diamkan sementara.

3. Membuat lapisan cat kuku dengan menambahkan lapisan baru di atasnya. Caranya cukup oleskan cat kuku di atas lapisan yang telah kering. Tunggu sebentar dan kemudian gosok perlahan.

Jadi, udah pada tau kan seputar kutek? Make kutek boleh ajah tapi pilih kutek yang baik, harga wajar, dan tentunya baik buat kesehatan kuku kita. Selamat berkutek ria^^


Sumber : 

ahlinyacantik.blogspot.com
www.vemale.com
blogmariayggagal.blogspot.com



Gambar : putscolourinyourlife.com , kimia.upi.edu 



3 komentar:

  1. sebelum mewarnai kuku, baca ini : http://www.mitrakosmetik.com/5-tips-sebelum-mewarnai-kuku.html

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus